![]() |
| Add caption |
Jikalau membicarakan fulan dan fulan itu didasari dengan niat yang ikhlas serta dibarengi dengan ilmu sebagai mana para ulama jarh wa ta'dil dalam menjelaskan keadaan para "rijaal" tentu hal tersebut adalah hal yang baik dan akan menjadi amal shalih bagi mereka
Tapi inipun perlu ditinjau kembali cara menempatkannya di dunia maya, dunia yang dapat dijangkau siapa saja termasuk oleh anak-anak yang masih labil dalam menghadapi fitnah(termasuk saya didalamnya), sehingga mereka malah dibuat bingung dan futur karenanya
Tidak ada kebaikan yang saya lihat dari setatus-setatus "jarah wa ta'dil" dari Imam-imam dadakan yang cenderung dipaksakan seperti itu selain hanya menjadi provokator para ikhwah untuk berjidal
Dan sekali lagi sebagaimana si penulis setatus menulis tanpa ilmu maka jidal-jidal pada kolom komentarpun tanpa didasari ilmu, bahkan lebih menunjukkan kalau hal tersebut justeru didasari oleh hawa nafsu dan sikap ashobiyah kalau tidak mau dikatakan hizbiyyah
Maka ikwah Rahimakumullah, sebagai seorang thalibul ilmi hendaknya engkau tidak memaksakan diri untuk memasuki pintu yang bukan pintu rumahmu
Pintumu adalah pintu amal, bukan pintu jidal!!!
Ingatlah selalu salah satu dari untaian mutiara yang keluar dari lisan Abu Mahfudz Ma’ruf Bin Fairuz Al Karkhi Rahimahullah, ia berkata:
ﺇﺫﺍ ﺃﺭﺍﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻌﺒﺪ ﺧﻴﺮﺍ ﻓﺘﺢ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﺑﺎﺏ ﺍﻟﻌﻤﻞ ﻭﺃﻏﻠﻖ ﻋﻨﻪ ﺑﺎﺏ ﺍﻟﺠﺪﻝ ﻭﺇﺫﺍ ﺃﺭﺍﺩ ﺑﻌﺒﺪ ﺷﺮﺍ ﺃﻏﻠﻖ ﻋﻠﻴﻪ ﺑﺎﺏ ﺍﻟﻌﻤﻞ ﻭﻓﺘﺢ ﻋﻠﻴﻪ ﺑﺎﺏ ﺍﻟﺠﺪﻝ
"Jika Allah menginginkan kebaikan pada seorang hamba, Dia akan membuka
baginya pintu amal dan akan menutup darinya pintu jidal. Jika Allah
menginginkan kejelekan pada seorang hamba, Dia akan menutup baginya
pintu amal dan akan membuka baginya pintu jidal" (Hilyatul
Auliya’:13.021).Allahul Musta'an . . .
.
*Pangkalan Kerinci 16 Jumadats Tsaniyah 1435H

Tidak ada komentar:
Posting Komentar