Senin, 12 Mei 2014

Minimal 5/200

Kita sepakat bahwa ilmu adalah untuk diamalkan

Namun, walaupun begitu kita sadar bahwasannya kita tidak mampu mengamalkan seluruh ilmu yang kita ketahui

Jika tidak mampu mengamalkan semuanya maka amalkanlah sebagian besarnya, jika tidak mampu maka setengahnya, jika belum mampu maka seperempatnya, jika itupun tidak mampu maka berazamlah untuk beramal sekuat tenaga agar jangan sampai ilmu kita sia-sia atau bahkan menjadi hujjah yang menyulitkan kita di Akhirat nanti

Ada kisah menarik yang dituturkan oleh salah seorang ulama salaf yang bernama Ibrahim Al Harbi Rahimahullah, beliau bertutur:


 ﺣﻤﻠﻨﻲ ﺃﺑﻲ إﻟﻰ ﺑﺸﺮ ﺑﻦ ﺍﻟﺤﺎﺭﺙ

ﻓﻘﺎﻝ: ﻳﺎ ﺃﺑﺎ ﻧﺼﺮ ﺍﺑﻨﻲ ﻫﺬﺍ ﻣﺸﺘﻬﺮ ﺑﻜﺘﺎﺑﺔ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻭﺍﻟﻌﻠﻢ

ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻲ: ﻳﺎ ﺑﻨﻲ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻳﻌﻤﻞ ﺑﻪ ﻓﺎﻥ ﻟﻢ ﻳﻌﻤﻞ ﺑﻪ ﻛﻠﻪ ﻓﻤﻦ ﻛﻞ ﻣﺎﺋﺘﻴﻦ ﺧﻤﺴﺔ ﻣﺜﻞ ﺯﻛﺎﺓ ﺍﻟﺪﺭﺍﻫﻢ
"Ayahku pernah membawaku pada Bisyr Bin al-Harits

Ayahku berkata kepadanya: “Wahai Abu Nashr (Bisyr bin al-Harits), anakku sudah masyhur dengan penulisan hadits dan ia terkenal sebagai orang yang berilmu.”

Bisyr pun menasehatiku, ia berkata: “Wahai anakku, ilmu itu mesti diamalkan. Jika tidak mampu mengamalkan seluruhnya, setidaknya amalkanlah lima dari setiap dua ratus ilmu yang engkau miliki, seperti halnya hitungan dalam zakat dirham/perak." (Hilyatul Auliyaa Li Abi Nuaim VIII/347)

Lalu berapa banyak ilmu kita? Berapa banyak dari ilmu itu yang sudah kita amalkan? 10, 20, 30 atau ?????

Wafaqaniyallaah wa iyyaakum.


Pangkalan Kerinci, 16 Jumadats Tsaniyah 1435H

Tidak ada komentar:

Posting Komentar