وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai”. (Ali Imran:103)Al-Imam Ibrahim Bin Musa asy-Syatibi Rahimahullah menyatakan :
والفرقة من أخص أَوْصَافِ الْمُبْتَدِعَةِ
“Perpecahan termasuk diantara sifat-sifat khusus ahli bid’ah.” (al-I’tisham I/200)Alla Ta’ala berfirman kepada nabi-Nya yang mulia:
إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَيْءٍ
“Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka
menjadi berkelompok-kelompok, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu
kepada mereka.” (al-An’am:159)Siapakah Mereka yang memecah belah agamanya?
Yaitu ahli Bid’ah, ahli syubuhat dan orang-orang sesat (Tafsir al-Qur’anil ‘Adzim III/377)
Berpecah belah dan membanggakan kelompoknya saja juga termasuk sifat-sifat Kaum musyrikin. Allah Ta’ala berfirman:
وَلَا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ. مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ
وَكَانُوا شِيَعًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ
“dan
janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu
orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa
golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada
golongan mereka.” (ar-Ruum:31,32)Imam Abul ‘Abbas Ibnu Taimiyah Rahimahullah Ta’ala menyatakan:
والبدعة مقرونة بالفرقة كَمَا أن السّنة مقرونة بِالْجَمَاعَة. فَيُقَال
أهل السّنة وَالْجَمَاعَة كَمَا يُقَال أهل الْبِدْعَة والفرقة
“Bid’ah
itu beriringan dengan perpecahan sebagaimana sunnah beriringan dengan
persatuan. Maka mereka dikatakan Ahlusunnah wal jama’ah sebagaimana
dikatakan kepada yang lain sebagai ahli bid’ah dan tukang pecah belah.”
(al-Istiqamah I/42) Renungkanlah Wahai Ikhwah . . . . .
~
Pangkalan Kerinci, 29 Jumadats Tsaniyah 1435 H

Tidak ada komentar:
Posting Komentar