Bagi kita para thulaabul ilmi bingung menghadapai suatu bab baru didalam belajar adalah suatu hal yang lumrah.Karena memang ilmu itu mahal, enggak gampang, enggak instant, harus ada proses, keteguhan dan pengorbanan.
Awal2 datang ke Pelalawan ini, ada 35an ikhwah yang minta dan ikut belajar bahasa Arab…. , setelah hampir tiga tahun kini yang tersisa dan tetap istiqamah lebih sedikit dibanding jumlah jari tangan kanan saya.
Alasannya??
Ya macem2, ada yang sibuk, shift kerja tidak teratur, keberatan mengikuti pelajaran bareng dg Ikhwah yang sudah jago dll, termasuk gak ngerti2 karena merasa kesulitan belajar bahasa yang kian hari koq tulisannya semakin gundul . . . .???
Untuk ikhwah semua, ketika kita merasa sulit mempelajari suatu ilmu, mari kita Tanya diri kita sendiri, sudah berapa besar kesungguhan dan pengorbanan yang kita lakukan??
Kalau sudah sungguh-sungguh ternyata masih belum faham2, mungkin apa yang dilakukan oleh Khalaf Bin Hisyam ini bisa antum contoh.
قال حمدان بن هانئ المقرئ: سَمِعْتُ خلف بن هشام: أشكل علي باب من النحو، فأنفقت ثمانين ألف درهم حتى حذقته
Berkata Hamdan Bin Hani al-Muqri’: “Aku pernah mendengar Khalaf Bin Hisyam berkata: ‘Satu bab dari ilmu nahwu membingungkanku, maka akupun berinfaq sebanyak 80 ribu dirham sehingga akupun menjadi sangat memahaminya’.” (Siyar A’lamin Nubala: XX/83).
Mari bersungguh sungguh dalam menghargai ilmu.
* Pangkalan Kerinci, 20/03/2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar