Minggu, 01 Juni 2014

Mengikis ISIS Sampai Habis


Orang yang diagungkan dan dianggap guru, pemimpin, serta inspirator para mujahidin oleh ISIS yaitu Syaikh Abu Qatadah al-Filistini berkata tentang mereka (ISIS):

فقد تبين لي بيقين لا أشك فيه أن هذه الطائفة بقيادتها العسكرية والشرعية التي تفتي لهم أفعالهم أنهم كلاب أهل النار وهم أحق من دخل في قوله صلى الله عليه وسلم: (يَقْتُلُونَ أَهْلَ الإِسْلاَمِ، وَيَدعُونَ أَهْلَ الأَوْثَانِ، لَئِنْ أَنَا أَدْرَكْتُهُمْ لأَقْتُلَنَّهُمْ قَتْلَ عَادٍ) لا أتردد في حكم هذا القول لسوء صنيعهم وفعالهم
“Telah sangat jelas bagiku dan aku tidak ragu sedikitpun bahwa jama’ah ini berada dibawah komando Dewan Militer dan Syari’atnya yang telah mengeluarkan fatwa-fatwa atas semua tindakan mereka membuktikan bahwa mereka adalah anjing-anjing neraka, merekalah orang-orang yang paling sesuai dengan apa yang Rasulullah Shallalhu ‘Alaihi wa Sallam sabdakan:

يَقْتُلُونَ أَهْلَ الإِسْلاَمِ، وَيَدعُونَ أَهْلَ الأَوْثَانِ، لَئِنْ أَنَا أَدْرَكْتُهُمْ لأَقْتُلَنَّهُمْ قَتْلَ
“Mereka memerangi kaum muslimin dan malah membiarkan para penyembah berhala, sungguh jika aku bertemu dengan mereka pasti akan kuperangi mereka sebagaimana diperangi kaum ‘Ad.”(HR. Bukhari 3344)

Aku tidak ragu lagi bahwa merekalah orang-orang yang dimaksud dalam hadits ini karena sifat dan perbuatan mereka.” (Risalah Ila Ahlil Jihad wa Muhibbih).

Bukannya sadar, gerombolan khawarij itu malah menjawab perkataan guru dan ulama mereka dengan congkak, adalah Abu Sufyan al-Ban’aly yang menjadi corong mereka berkata:

فلما خرج أبو بصير الطرطوسي زاعماً أن الدولة الإسلامية في العراق والشام من الخوارج، لم يلبث ملياً حتى قال بقوله الدكتور أيمن الظواهري، ومعه صاحبه آدم غدّن، ثم قال بقولهم الدكتوران هاني السباعي وطارق عبد الحليم، وها نحن اليوم نفجع بالشيخ أبي قتادة الفلسطيني! ولا والله لا يسقط في مستنقعهم شيخي أبو محمد المقدسي –بإذن الله
“Maka muncullah Abu Bashir Ath Thurthusiy mengklaim bahwa ISIS itu adalah termasuk firqah Khawarij, tidak lama setelah itu munculah Doktor Aiman adzh-Dzhawahiri menyematkan gelar yang sama, begitu juga dengan temannya ( yang bernama ) Adam Goddan.

Kemudian ucapan mereka itu juga diikuti oleh dua orang Doktor, yaitu Hani as-Siba’i dan Thariq Abdul Halim. Dan hari ini kita dikagetkan oleh ( pernyataan ) Syaikh Abu Qatadah al-Filisthini, Dan demi Allah semoga tidak jatuh ke dalam comberan mereka itu Syaikhku Abu Muhammad al-Maqdisi -dengan izin Allah-“
( Al-Ifadah Fi ar-Raddi ‘Ala Abi Qatadah)

Namun klaim mereka menjadi bumerang yang akan memutus tenggorokkan-tenggorokkan mereka sendiri ketika Syaikh Abu Muhammad al-Maqdisi menampik diri dari mereka dengan menulis:

وبلغني عن بعضهم تطاوله على الشيخ الحبيب أبي قتادة، وقولهم أن أبا قتادة ليس شيخنا وإنما شيخنا المقدسي!، ألا فليعلموا أني لست بشيخ لمن يقل أدبه على جبال هذا التيار أو يتطاول على علمائه وحكمائه أمثال حبيبنا الشيخ القائد المجاهد الدكتور أيمن الظواهري، وحبيبنا الشيخ العالم أبي قتادة حفظهم الله أو يتطاول على عقلائنا أمثال الشيخ هاني السباعي وأمثالهم من الفضلاء، وكل من يطيل لسانه على أمثال هؤلاء فليس مني ولست منه ولا يشرفني أن يكون من طلابي
Telah sampai kabar kepadaku bahwa mereka meninggikan diri di hadapan Syaikh tercinta Abu Qatadah al-Filisthini, dan mereka berkata bahwasannya Abu Qatadah bukanlah Syaikh kami, sesungguhnya Syaikh kami hanyalah ( Abu Muhammad ) Al-Maqdisi.

Ingatlah, perlu kalian Ketahui! Bahwa aku bukanlah syaikh bagi orang-orang yang lancang adabnya kepada gunung-gunung ( para masyayikh ) gerakan ini dan juga meninggikan diri (sombong) terhadap para ulama dan senior kami yang mulia semisal Syaikh Doktor Aiman adzh-Dzhawahiri dan Syaikh kami yang tercinta Abu Qatadah hafidzahumullah, juga para pemikir kami semisal Syaikh Doktor Hani as-Siba’i dan selainnya dari kalangan orang-orang yang memiliki keutamaan.

Maka ( aku katakan ) kepada setiap orang yang berani memanjangkan lisannya ( berkata lancang ) terhadap mereka-mereka ini, maka mereka adalah bukan dari golonganku, dan aku bukanlah dari golongan mereka. Akupun tidak merasa bangga memiliki murid seperti itu.”
(Shaddu Sihaamul Laa’im)

Ya, tidak pantas memang bagi mereka ( yang disebut para Ulama Daulah) yang belum lama ini masih dalam tahap merangkak dan menyusui alias anak kemarin sore, tiba-tiba saja dalam waktu singkat telah memposisikan diri sebagai syaikh di gerakan jihad.

Maka yang cocok untuk jama’ah takfir ISIS yang suka menggembar-gemborkan bahwa mereka adalah muid-murid Syaikh al-Maqdisi adalah perkataan sya’ir:

كل يدعي وصلا بليلى ... وليلى لا تقر لهم بذاكا
“Setiap orang mengaku memiliki hubungan dengan Laila
Namun Laila tidak mengakui hubungan itu”


Dan untuk orang-orang seperti kang Aman dan fanitikus mereka yang dengan bengis terus-menerus membela ISIS, dengarkan pula sya’ir ini:

إن كنت تعلم فتلك مصيبة . . . وإن كنت لا تعلم فالمصيبة أعظم
“Jika engkau tahu, maka itu adalah musibah
Dan jika engkau tidak tahu, maka musibahnya jauh lebih besar”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar