Senin, 12 Mei 2014

Terlarangkah meniup makanan atau minuman ?


 عن عبد الله بن عباس رضي له عنهما : أن النبي صلى الله عليه وسلم نهى أن يتنفس في الإناء أو ينفخ فيه / رواه الترمذي, وقال حديث حسن صحيح
Dari Abdulloh Bin ‘Abbas Rodhiyallohu ‘Anhuma :"Bahwasannya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam melarang bernafas didalam bejana, atau meniupnya." (HR.Tirmidzi, dan beliau berkata hadits hasan Shahih)

Makna beberapa Mufradat/kata:
- (an-Nafkhu/ النفخ) artinya adalah meniup (mengeluarkan udara dari mulut / إخراج لهوا من الفم )

- (at-Tanaffus/ التنفس) artinya adalah bernafas (memasukkan angin melalui mulut atau hidung dan  mengeluarkannya/ إدخال الهواء في الرئتين وإخراجه منهما)

- (al-Inaa’ / الإناء) adalah wadah atau tempat yang dipakai untuk menyimpan makanan atau minuman / الذي يوضع فيه الطعام أوالشراب .


Penjelasan :

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam mengajari ummatnya adab-adab Islam, diantaranya adalah adab makan-minum yang baik sebagaimana disebutkan dalam hadits ini.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam melarang kita dari benafas ketika minum ataupun meniup minuman. Karena terkadang orang yang meniup minuman itu akan mengeluarkan penyakit yang ada dalam dirinya, atau akan menjadikan orang yang minum setelahnya merasa jijik.


Berkata As-Syaukani Rohimahullohu Ta’ala dalam Nailul Authar:

 فلا ينفخ في الإناء ليذهب ما في الماء من قذارة ونحوها ، فإنه لا يخلو النفخ غالباً من بزاق يستقذر منه ، وكذا لا ينفخ في الإناء لتبريد الطعام الحار ، بل يصبر إلى أن يبرد ، ولا يأكله حاراً ، فإن البركة تذهب منه ، وهو شراب أهل النار /8:221
“Maka hendaknya jangan meniup kedalam bejana/ الإناء baik untuk menghilangkan kotoran atau selainnya. Karena pada umumnya tiupan itu malah membawa ludah yang justeru dapat mengotori makanan (minuman) tersebut.demikian juga dilarang meniupnya untuk mendinginkan makanan(minuman) tersebut untuk mendinginkannya, namun hendaklah sesorang itu bersabar sampai makanan(minuman) itu dingin, dan tidak memakannya dalam keadaan panas, karena itu akan menghilangkan berkah pada makanan, yang mana itu merupakan makanan Ahlunnar/ penghuni neraka.” ( Nailul Authar VIII/221 )

Dan berkata Syaikh Abdur Rauf Al-Munawi Rohimahullohu Ta’ala :

 والنفخ في الطعام الحار يدل على العجلة الدالة على الشَّرَه وعدم الصبر وقلة المروءة
"Dan meniup makanan(termasuk juga minuman) yang panas itu menunjukkan bukti keserakahannya juga menunjukkan ketidaksabaran serta sedikitnya muru’ah/ wibawa”.( Faidul Qodiir VI/ 346 ).


Namun sebagian Ulama ada yang membolehkannya:

Berkata pengarang kitab Ghoyatul Maram, ya’ni Al-Amadi Rohimahulloh Ta'ala :

 لا يكره النفخ في الطعام إذا كان حاراً
“Tidak mengapa meniup makanan jika makanan itu panas”.

Al-Imam Al-Mawardi Al-Hanbali Rohimahulloh Ta’ala mengomentari perkataan Imam Al-Amadi tersebut dengan berkata:

 وهو الصواب ، إن كان ثَمَّ حاجة إلى الأكل حينئذ
“Perkataannya benar, hal itu jika seseorang benar-benar butuh untuk memakannya saat itu juga.” ( A-Inshaf VIII/ 328 ).


Lalu bagaimana yang benar??

Dalam Syarahnya terhadap kitab Riyadhusshalihin ( I/88 ), Syaikh Al-‘Alamah Muhammad Bin Sholeh Al-‘Utsaimin berkata:


 إلا أن بعض العلماء استثنى من ذلك ما دعت إليه الحاجة ، كما لو كان الشراب حاراً ويحتاج إلى السرعة ، فرخص في هذا بعض العلماء، ولكن الأولى أن لا ينفخ حتى لو كان حاراً؛ إذا كان حاراً وعنده إناء آخر فإنه يصبه في الإناء ثم يعيده ثانية حتى يبرد
“akan tetapi sebagian ‘Ulama mengecualikan larangan itu jika sangat dibutuhkan, seperti seseorang yang perlu makanan tersebut dalam waktu cepat maka para ulama memberika rukhshah/keringanan, tetapi yang utama adalah tidak meniupnya walaupun makanan/minuman itu panas.apabila makanan/minuman itu panas sedangkan ia memiliki bejana/wadah yang lain, maka hendaknya ia memindahkannya kewadah yang lain kemudian mengembalikannya lagi dan begitu seterusnya sampai makanan/minuman itu menjadi dingin."




Yogyakarta, 8/12/2009 pukul 8:17

Rahmat Yang Baru Allah Ciptakan

Pagi-pagi mau gabung dengan kawan-kawan guru yang akan gerak jalan santai qadarullah hujan turun sebelum saya sampai ke tempat yang dituju.

Sambil berlindung, buka-buka WA dan ternyata ada sedikit ilmu yang dulu saya bagikan kepada kawan-kawan di beberapa grup dan insya Allah bagus juga saya jadikan setatus di pagi gerimis ini . . . .

* * *

Diantara hal yang disunnahkan ketika hujan turun selain membaca do'a yang Insya Allah kita semua telah menghafalnya, disunnahkan pula menyibakkan sebagian pakaian kita agar sebagian tubuh kita terkena air hujan.

Hal ini berdasarkan apa yang diceritakan Anas Bin Malik Radhiyallahu 'anhu: "Hujan turun membasahi kami (Rasulullah dan para Shahabat), maka Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam membuka bajunya ( فحسر ثوبه ) sehingga hujan mengguyur beliau.
Para Shahabat bertanya: "Ya Rasulallah, untuk apa anda berbuat seperti ini?", beliau menjawab: 



لأنه حديث عهد بربه تعالى
"Karena hujan itu baru Allah Ta'ala ciptakan." (HR.Muslim no. 2120)

Al-Imam Nawawi Rahimahullah berkata: "Makna -membuka bajunya- adalah menyibakkannya sehingga bagian tubuhnya terkena hujan, dan makna -baru saja Allah ciptakan- adalah bahwa hujan yang turun merupakan rahmat yang baru saja Allah ciptakan." (Syarah Sha
hih Muslim VI/195)

Barakallahu Feekum.






Pangkalan Kerinci, 30/04/2014

Kita Ini Salafi Atau Hizbi Mubtadi???

Allah Ta’ala berfirman:


 وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai”. (Ali Imran:103)

Al-Imam Ibrahim Bin Musa asy-Syatibi Rahimahullah menyatakan :


 والفرقة من أخص أَوْصَافِ الْمُبْتَدِعَةِ
Perpecahan termasuk diantara sifat-sifat khusus ahli bid’ah.” (al-I’tisham I/200)

Alla Ta’ala berfirman kepada nabi-Nya yang mulia:


 إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَيْءٍ
Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi berkelompok-kelompok, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka.” (al-An’am:159)

Siapakah Mereka yang memecah belah agamanya?

Yaitu ahli Bid’ah, ahli syubuhat dan orang-orang sesat (Tafsir al-Qur’anil ‘Adzim III/377)

Berpecah belah dan membanggakan kelompoknya saja juga termasuk sifat-sifat Kaum musyrikin. Allah Ta’ala berfirman:



 وَلَا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ. مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ
dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” (ar-Ruum:31,32)

Imam Abul ‘Abbas Ibnu Taimiyah Rahimahullah Ta’ala menyatakan:



والبدعة مقرونة بالفرقة كَمَا أن السّنة مقرونة بِالْجَمَاعَة. فَيُقَال أهل السّنة وَالْجَمَاعَة كَمَا يُقَال أهل الْبِدْعَة والفرقة
Bid’ah itu beriringan dengan perpecahan sebagaimana sunnah beriringan dengan persatuan. Maka mereka dikatakan Ahlusunnah wal jama’ah sebagaimana dikatakan kepada yang lain sebagai ahli bid’ah dan tukang pecah belah.” (al-Istiqamah I/42)  

Renungkanlah Wahai Ikhwah . . . . .






~

Pangkalan Kerinci, 29 Jumadats Tsaniyah 1435 H

Ketika Tidur Lebih Baik

Yang akan saya sampaikan dikesempatan ini bukanlah mengajak anda untuk tidur berjama'ah atau menyuruh anda untuk seharian diatas ranjang karena kita semua tau bahwa orang yang kerjanya hanya tiduran tanpa melakukan aktifitas yang bermanfaat adalah tanda kemalasan.

Lalu apa yang dimaksud dengan tidur lebih baik?

Ya, akan ada suatu masa dimana tidur disaat itu lebih baik.

Kapankah masa itu?

Imam al-Hakim dalam Mustadraknya membawakan hadits Rasulullah yang berbunyi:


 ﺗﻜﻮﻥ ﻓﺘﻨﺔ اﻟﻨﺎﺋﻢ ﻓﻴﻬﺎ ﺧﻴﺮ من ﺍﻟﻤﻀﻄﺠﻊ وﺍﻟﻤﻀﻄﺠﻊ فيها خير من ﺍﻟﻘﺎﻋﺪ وﺍﻟﻘﺎعد ﻓﻴﻬﺎ ﺧﻴﺮ من ﺍﻟﻘﺎﺋﻢ وﺍﻟﻘﺎئم ﺧﻴﺮ ﻣﻦ اﻟﻤﺎﺷﻲ واﻟﻤﺎشي ﺧﻴﺮ ﻣﻦ اﻟﺮﺍﻛﺐ وﺍﻟﺮﺍكب ﺧﻴﺮ ﻣﻦ اﻟﻤﺠﺮﻱ
"Akan terjadi fitnah dimana orang yang tidur pada masa itu lebih baik daripada orang yang bangun, orang yang duduk pada masa itu lebih baik daripada orang yang berjalan, orang yang berjalan lebih baik dari orang yang berkendaraan, dan orang yang berkendaraan lebih baik dibandingkan orang yang berlari (kedalam fitnah)." (al- Mustadrak bi Ta'liq adz-Dzahabi no. 8.314)

Dalam hadits ini Nabi Shalallahu 'Alaihi wa Sallam meneran
gkan kepada kita bahwa semakin kita diam dan semakin menjauhi fitnah maka itu semakin baik.

Bukankah fitnah itu semakin tersebar ketika orang-orang, bahkan orang pandir pun ikut berkecimpung didalamnya??? Allahul Musta'an wa 'Alaihit Tuklaan.





*

Pangkalan Kerinci, 25 Jumadats Tsaniyah 1435 H

Kado Istimewa Di Bulan Rajab

* Seorang Qadhi Qudhat Madzhab Syafi'i Al-Hafidz Ibnu Hajar al-Atsqalaani Rahimahullah telah mempersembahkan kepada kita sebuah kitab yang penuh manfaat dalam memberikan penerangan kepada kaum Muslimin seputar bulan Rajab dan ibadah-ibadah didalamnya.

Dalam kitab ini beliau Rahimahullah berkata:



 ﻟﻢ ﻳﺮﺩ ﻓﻲ ﻓﻀﻞ ﺷﻬﺮ ﺭﺟﺐ، ﻭﻻ ﻓﻲ ﺻﻴﺎﻣﻪ، ﻭﻻ ﻓﻲ ﺻﻴﺎﻡ ﺷﻲﺀ ﻣﻨﻪ، ﻣﻌﻴﻦ، وﻻ ﻓﻲ ﻗﻴﺎﻡ ﻟﻴﻠﺔ ﻣﺨﺼﻮﺻﺔ ﻓﻴﻪ ﺣﺪﻳﺚ ﺻﺤﻴﺢ ﻳﺼﻠﺢ ﻟﻠﺤﺠﺔ
"Tidak ada satupun hadits shahih yang dapat di jadikan hujjah tentang keutamaan bulan Rajab, baik itu tentang berpuasa di dalamnya atau berpuasa pada hari-hari tertentu darinya atau keutamaan beribadah pada satu malam khusus di dalamnya."



* Untuk lebih luasnya silahkan download kitab karya beliau disini
: Tabyiinul 'Ujaab



Pangkalan Kerinci, 23/04/2014

Kenali Parfum Yang Engkau Pakai





Menggunakan parfum merupakan perkara yang disukai bahkan termasuk sunnah para Nabi.

Rasulullah pun telah memberikan arahan kepada kita untuk tidak salah dalam memakai parfum.

Beliau Shalallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:


ﻃﻴﺐ ﺍﻟﺮﺟﺎﻝ ﻣﺎ ﻇﻬﺮ ﺭﻳﺤﻪ ﻭﺧﻔﻲ ﻟﻮﻧﻪ, ﻭﻃﻴﺐ ﺍﻟﻨﺴﺎء ما ﺧﻔﻲ ﺭﻳﺤﻪ ﻭﻇﻬﺮ ﻟﻮنه
"Parfum laki-laki adalah yang aromanya kuat tapi warnanya tersembunyi. Sedangkan parfum wanita adalah yang aromanya lembut(tidak menyengat) tapi warnanya kelihatan jelas." (HR. Tirmidzi:3016, Nasa'I:5134)

Syaikh Muhammad Abdur Ra'uf al-Munawi Rahimahullah dalam Faidhul Qadir(no.5318) mengatakan:



 ﻃﻴﺐ ﺍﻟﺮﺟﺎﻝ ﺍﻟﻼﺋﻖ ﺑﻬﻢ ﺍﻟﻤﻨﺎﺳﺐ ﻟﺸﻬﺎﻣﺘﻬﻢ ﻣﺎ ﻇﻬﺮ ﺭﻳﺤﻪ ﻭﺧﻔﻲ ﻟﻮﻧﻪ ﻛﺎﻟﻤﺴﻚ ﻭﺍﻟﻌﻨﺒﺮ
"Parfum yang layak bagi laki-laki dan cocok dengan wibawa mereka adalah yang kuat aromanya dan tersembunyi warnanya, seperti misik dan anbar/mawar."

Beliau juga mengutip pernyataan al-Amiri Rahimahullah yang berkata:



ﻃﻴﺐ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ ﻣﺎ ﻇﻬﺮ ﻟﻮنه وﺧﻔﻲ ﺭﻳﺤﻪ ﺃﻱ عن ﻷﺟﺎﻧﺐ ﻛﺎﻟﺰﻋﻔﺮﺍﻥ، وﻟﻬﺬ حراﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺮﺟﺎﻝ ﺍﻟﻤﺰﻋﻔﺮ
"Parfum bagi wanita adalah yang tampak warnanya dan lembut (tidak menyengat) baunya dari lelaki ajnabi(bukan mahram) semisal parfum jenis za'faran. Karenanya haram atas laki-laki memakai za'faran."
 

*Ctt:

- Haram bagi laki-laki memakai parfum yang dikenal sebagai wewangian khusus bagi wanita dan sebaliknya.

- Apabila seorang lelaki berada dirumah hanya bersama istrinya ataupun sebaliknya, maka mereka boleh memakai parfum apa saja sesuai dengan keinginan mereka. Wallahu A'lam.



Pangkalan Kerinci, Ahad 21 Jumadats Tsaniyah 1435H

Minimal 5/200

Kita sepakat bahwa ilmu adalah untuk diamalkan

Namun, walaupun begitu kita sadar bahwasannya kita tidak mampu mengamalkan seluruh ilmu yang kita ketahui

Jika tidak mampu mengamalkan semuanya maka amalkanlah sebagian besarnya, jika tidak mampu maka setengahnya, jika belum mampu maka seperempatnya, jika itupun tidak mampu maka berazamlah untuk beramal sekuat tenaga agar jangan sampai ilmu kita sia-sia atau bahkan menjadi hujjah yang menyulitkan kita di Akhirat nanti

Ada kisah menarik yang dituturkan oleh salah seorang ulama salaf yang bernama Ibrahim Al Harbi Rahimahullah, beliau bertutur:


 ﺣﻤﻠﻨﻲ ﺃﺑﻲ إﻟﻰ ﺑﺸﺮ ﺑﻦ ﺍﻟﺤﺎﺭﺙ

ﻓﻘﺎﻝ: ﻳﺎ ﺃﺑﺎ ﻧﺼﺮ ﺍﺑﻨﻲ ﻫﺬﺍ ﻣﺸﺘﻬﺮ ﺑﻜﺘﺎﺑﺔ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻭﺍﻟﻌﻠﻢ

ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻲ: ﻳﺎ ﺑﻨﻲ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻳﻌﻤﻞ ﺑﻪ ﻓﺎﻥ ﻟﻢ ﻳﻌﻤﻞ ﺑﻪ ﻛﻠﻪ ﻓﻤﻦ ﻛﻞ ﻣﺎﺋﺘﻴﻦ ﺧﻤﺴﺔ ﻣﺜﻞ ﺯﻛﺎﺓ ﺍﻟﺪﺭﺍﻫﻢ
"Ayahku pernah membawaku pada Bisyr Bin al-Harits

Ayahku berkata kepadanya: “Wahai Abu Nashr (Bisyr bin al-Harits), anakku sudah masyhur dengan penulisan hadits dan ia terkenal sebagai orang yang berilmu.”

Bisyr pun menasehatiku, ia berkata: “Wahai anakku, ilmu itu mesti diamalkan. Jika tidak mampu mengamalkan seluruhnya, setidaknya amalkanlah lima dari setiap dua ratus ilmu yang engkau miliki, seperti halnya hitungan dalam zakat dirham/perak." (Hilyatul Auliyaa Li Abi Nuaim VIII/347)

Lalu berapa banyak ilmu kita? Berapa banyak dari ilmu itu yang sudah kita amalkan? 10, 20, 30 atau ?????

Wafaqaniyallaah wa iyyaakum.


Pangkalan Kerinci, 16 Jumadats Tsaniyah 1435H

Yang Lebih Baik Dari Harta Dan Anak

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


 الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا
Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, namun al-Baqiyaatush Shalihaat adalah lebih baik pahalanya disisi Rabb-mu serta lebih baik untuk menjadi harapan." (al-Kahfi:46)


Apakah Baqiyaat Shalihat itu? Mengapa begitu mulia disisi Allah?? Mungkinkah hamba-hamba yang lemah seperti kita dapat melakukan Baqiyaat Shalihat???

Mari kita lihat tafsiran para Ulama tentangnya.

1. Ibnu ‘Abbas, Sa’id Bin Jubair dan banyak dari kalangan salaf mengatakan bahwa Baqiyaat Shalihat adalah: SHALAT LIMA WAKTU.

2. ‘Atha Bin Abi Rabbah meriwayatkan bahwa Ibnu ‘Abbas juga mengatakan kalau Baqiyaat Shalihat adalah kalimat: SUBHAANALLAH WAL HAMDULILLAH WA LAA ILAAHA ILLALLAH WALLAHU AKBAR, demikian pula yang dikatakan Mujahid.

3. Utsman Bin ‘Affan ketika ditanya tentang Baqiyaat Shalihat, beliau menjawab bahwa Baqiyaat Shalihat adalah kalimat: LAA ILAAHA ILLALLAH WA SUBHAANALLAH WAL HAMDULILLAH WALLAHU AKBAR.

4. Sa’id Bin Musayyib menyatakan bahwa Baqiyaat Shalihat adalah kalimat: SUBHAANALLAH WAL HAMDULILLAH WA LAA ILAAHA ILLALLAH WALLAHU AKBAR WA LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH.

Ya, ternyata Baqiyaat Shalihaat adalah kalimat-kalimat yang ringan diucapkan oleh lisan, maka basahkalah lisan dengan kalimat-kalimat tersebut.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:


اسْتَكْثِرُوا مِنَ الْبَاقِيَاتِ الصَّالِحَاتِ قِيلَ : وَمَا هِيَ يَا رَسُولَ اللهِ ؟ قَالَ : الْمِلَّةُ ، قِيلَ : وَمَا هِيَ يَا رَسُولَ اللهِ ؟ قَالَ : الْمِلَّةُ ، قِيلَ : وَمَا هِيَ يَا رَسُولَ اللهِ ؟ قَالَ : التَّكْبِيرُ ، وَالتَّهْلِيلُ ، وَالتَّسْبِيحُ ، وَالتَّحْمِيدُ ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ 
"Perbanyaklah ‘al-baqiyaatush Shalihaat’, ditanyakan kepada beliau: ‘apa itu yaa Rasulallah?’, beliau menjawab: ‘al-millah’, beliau kembali ditanya: ‘dan apakah millah itu?’, beliau menjawab: ‘iyu adalah ucapan Takbir, Tahlil, Tasbih, Tahmid, dan Laa Haula wa Laa Quwwata Illaa Billaah’.” (HR. Ahmad:11736, Hakim:1889).



Pangkalan Kerinci, 18/04/2014


PINTUMU ADALAH PINTU AMAL

Add caption
Sering kali saya melihat setatus sebagian ikhwah yang isinya tentang si fulan dan si fulan, si fulan begini dan begitu, dia berteman dengan orang-seperti ini dan seperti itu.

Jikalau membicarakan fulan dan fulan itu didasari dengan niat yang ikhlas serta dibarengi dengan ilmu sebagai mana para ulama jarh wa ta'dil dalam menjelaskan keadaan para "rijaal" tentu hal tersebut adalah hal yang baik dan akan menjadi amal shalih bagi mereka

Tapi inipun perlu ditinjau kembali cara menempatkannya di dunia maya, dunia yang dapat dijangkau siapa saja termasuk oleh anak-anak yang masih labil dalam menghadapi fitnah(termasuk saya didalamnya), sehingga mereka malah dibuat bingung dan futur karenanya

Tidak ada kebaikan yang saya lihat dari setatus-setatus "jarah wa ta'dil" dari Imam-imam dadakan yang cenderung dipaksakan seperti itu selain hanya menjadi provokator para ikhwah untuk berjidal

Dan sekali lagi sebagaimana si penulis setatus menulis tanpa ilmu maka jidal-jidal pada kolom komentarpun tanpa didasari ilmu, bahkan lebih menunjukkan kalau hal tersebut justeru didasari oleh hawa nafsu dan sikap ashobiyah kalau tidak mau dikatakan hizbiyyah

Maka ikwah Rahimakumullah, sebagai seorang thalibul ilmi hendaknya engkau tidak memaksakan diri untuk memasuki pintu yang bukan pintu rumahmu

Pintumu adalah pintu amal, bukan pintu jidal!!!

Ingatlah selalu salah satu dari untaian mutiara yang keluar dari lisan Abu Mahfudz Ma’ruf Bin Fairuz Al Karkhi Rahimahullah, ia berkata:


 ﺇﺫﺍ ﺃﺭﺍﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻌﺒﺪ ﺧﻴﺮﺍ ﻓﺘﺢ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﺑﺎﺏ ﺍﻟﻌﻤﻞ ﻭﺃﻏﻠﻖ ﻋﻨﻪ ﺑﺎﺏ ﺍﻟﺠﺪﻝ ﻭﺇﺫﺍ ﺃﺭﺍﺩ ﺑﻌﺒﺪ ﺷﺮﺍ ﺃﻏﻠﻖ ﻋﻠﻴﻪ ﺑﺎﺏ ﺍﻟﻌﻤﻞ ﻭﻓﺘﺢ ﻋﻠﻴﻪ ﺑﺎﺏ ﺍﻟﺠﺪﻝ
"Jika Allah menginginkan kebaikan pada seorang hamba, Dia akan membuka baginya pintu amal dan akan menutup darinya pintu jidal. Jika Allah menginginkan kejelekan pada seorang hamba, Dia akan menutup baginya pintu amal dan akan membuka baginya pintu jidal" (Hilyatul Auliya’:13.021).

Allahul Musta'an . . .

.

*Pangkalan Kerinci 16 Jumadats Tsaniyah 1435H

JADI USTADZ HARUS SABAR

Seorang ustadz merupakan panutan bagi jama’ahnya

Seorang ustadz akan menjadi tempat masyarakat menumpahkan isi hatinya

Seorang ustadz yang cinta pujian tidak akan bertahan lama gelar ke-ustadz-annya

Seorang ustadz mutlak harus memiliki kesabaran dalam menghadapi madh’unya

Seorang ustadz yang tidak dapat menahan emosi, tidak tenang dan tidak sabar sebaiknya segera menanggalkan “baju” ustadz yang dikenakannya.

Sufyan Ibnu Waki’ Rahimahumallah mengatakan bahwa ayahnya (Waki’) berkata:


مَنْ أَرَادَ أَنْ يُحَدِّثَ فَلْيَصْبِرَ، وَإِلَّا فَلْيَسْكُتْ
"Barangsiapa yang ingin menyampaikan hadits hendaknya dia bersabar, jika tidak maka hendaknya dia diam.” (Al-Jaami Li Akhlaaqir Raawi I/355)

Ya, seorang ustadz dalam menghadapi madh’unya bagaikan seorang guru menghadapi anak-anak muridnya, dia harus menyayangi mereka dan sabar atas kenakalan mereka. Imam Nawawi Rahimahullah telah mengingatkan hal ini dalam kitabnya:


وَيُجْرِيَهُ مَجْرَى وَلَدِهِ فِي الشَّفَقَةِ عَلَيْهِ وَالِاهْتِمَامِ بِمَصَالِحِهِ والصبر عل جفائه وسوء أدبه
“Guru hendaklah memperlakukan murid seperti anaknya dalam kasih sayang, dan betul-betul memperhatikan kebaikan mereka, dan sabar terhadap kenakalan dan keburukan adabnya . . .” (Al-Majmu’ Syarhl Muhadzdzab I/30)




*Pangkalan Kerinci 14 Jumadats Tsaniyah 1435H

Maaf, Saya tidak ikut nyoblos partai ANDA




Partai ANDA merupakan Partai yang paling saya banggakan

Hujan dan Panas tidak menghalangi saya untuk tegak di lapangan tempat kampanye demi tegaknya keadilan

Malulah orang seperti saya yang sudah gagah dengan seragam P*n*u K*a*d*l*a* kalau harus berteduh

Demi Partai ANDA perjalanan berjam-jam menggunakan sampan sehingga badan pegel pernah saya rasakan

Basah kuyup dikala hujan sambil dorong mobil mogok ditengah kebun sawit yang kelam di tengah malam demi Partai ANDA juga pernah saya alami . . . .

Demi mengisi L*q*’, melewati jalan jelek nan berlubang dimalam hari dengan sepeda motor tanpa lampu juga menjadi pengalaman indah tersendiri

TAPI . . . .

Sebelum saya tahu bagaimana sebenarnya tujuan Partai ANDA

Sebelum saya heran dengan cara-cara tidak masuk akal tokoh-tokoh ANDA dengan mengusung calon-calon hedon dari partai lain sebagai pemimpin, padahal sebelumnya orang-orang Partai ANDA menjelek-jelekkannya, menyebarkan aibnya dan memperingatkan ummat agar tidak memilihnya

Dan cukuplah kata pisah saya ucapkan ketika ANDA mengundang seseorang yang lisannya lihai berorasi walaupun menurut saya kata-katanya sangat keji
Kata-kata yang sampai saat ini tidak mungkin dapat saya lupa: “Kita tidak ingin menciptakan politikus seperti anjing yang selalu menjilat tuannya, yaitu Amr Ibnul ‘Aash. Kita juga tidak ingin melahirkan politikus Islam terlalu polos bagai kerbau yang dungu, seperti Abu Musa Al As’ari.”

Ya, saya sangat muak dan saya tidak ridha ketika dua orang yang Allah pun ridha dicaci walaupun itu oleh tamu undangan ANDA.

Namun, sebagai seorang muslim saya berharap bahwa dia telah bertaubat, dan saya husnudzan bahwa ANDA sekarang lebih baik dari sebelumnya . . . 



* Dari Saudara ANDA yang dulu sangat bangga hidup bersama ANDA

Semoga Salafiyun yang telah memilih PKS tidak mengalami apa yang dialami Bunda 'Aisyah

Al-Imam adz-Dzahabi Rahimahullah Ta'ala dalam Kitab Siyar A'lamin Nubalaa' (II/324) menuturkan:

ﻭﻛﺎﻧﺖ ﺗﺤﺪﺙ ﻧﻔﺴﻬﺎ ﺃﻥ ﺗﺪﻓﻦ ﻓﻲ ﺑﻴﺘﻬﺎ ﻓﻘﺎلت:
'ﺇﻧﻲ أﺣﺪﺛﺖ ﺑﻌﺪ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺣﺪﺛﺎ ﺍﺩﻓﻨﻮﻧﻲ ﻣﻊ ﺃﺯﻭﺍﺟﻪ'. ﻓﺪﻓﻨﺖ ﺑﺎﻟﺒﻘﻴﻊ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﺎ

ﻗﻠﺖ: "ﺗﻌﻨﻲ ﺑﺎﻟﺤﺪﺙ ﻣﺴﻴﺮﻫﺎ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺠﻤﻞ ﻓﺈﻧﻬﺎ ﻧﺪﻣﺖ ﻧﺪﺍﻣﺔ ﻛﻠﻴﺔ ﻭﺗﺎﺑﺖ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻬﺎ ﻣﺎ ﻓﻌﻠﺖ ﺫﻟﻚ ﺇﻻ ﻣﺘﺄﻭﻟﺔ ﻗﺎﺻﺪﺓ ﻟﻠﺨﻴﺮ ﻛﻤﺎ ﺍﺟﺘﻬﺪ ﻃﻠﺤﺔ ﺑﻦ ﻋﺒﻴﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﺰﺑﻴﺮ ﺑﻦ ﺍﻟﻌﻮﺍﻡ ﻭﺟﻤﺎﻋﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﻜﺒﺎﺭ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻦ ﺍﻟﺠﻤﻴﻊ. 



Dahulu ia (‘Aisyah Radhiyallahu 'Anha) berkeinginan untuk dimakamkan di dalam rumahnya (dekat dengan makam Rasulullah), kemudian beliau berkata : ‘Sesungguhnya aku telah berbuat kesalahan sepeninggal Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka makamkanlah aku bersama istri-istri beliau yang lainnya di pemakaman Baqi’.

Akhirnya beliau dimakamkan di Baqi', semoga Allah meridhainya.

Aku (Imam Adz- Dzahabi) berkata : “Yang beliau maksud dengan kesalahan adalah kepergiannya pada peristiwa perang Jamal, beliau amat sangat menyesali kepergiannya itu, dan beliau bertaubat darinya."

Padahal beliau ikut serta adalah atas dasar ijtihad dan memiliki tujuan yang baik, demikian pula Thalhah dan Zubair bersama beberapa pembesar sahabat juga telah berijtihad, semoga Allah senantiasa meridhai mereka semua.” (Siyar A’alamin Nubalaa II/324)

Semoga sebagian Ikhwah yang dengan ijtihadnya sudah memilih PKS dengan harapan agar Partai ini dapat memberikan kemaslahatan bagi ummat Islam tidak dikhianati sehingga suara mereka justeru hanya menambah daftar orang-orang yang melampiaskan syahwat kekuasannya nya di Senayan sana. Wal 'Iyadzu Billah . . . .





*Pangkalan Kerinci, Rabu 8 Jumadats Tsaniyah 1435 H/ Hari Pemilu 9 April 2014.

Minggu, 11 Mei 2014

KENAPA HARUS GADIS ?

Gadis perawan lebih dibanggakan | Disebutkan di salah satu ayat dalam Kitab Suci

Gadis biasanya lebih senang bermain manja | Sifat inipun disenangi oleh banyak laki-laki

Gadis lebih qana'ah dibandingkan janda | Karena janda telah berpengalaman maka kecendrungan membandingakan lebih tinggi

Gadis itu lebih menggigit, liurnya lebih nikmat | Ini bukan pengalaman Pribadi, tapi bersumber dari Hadits Nabi

Gadis lebih ringan dalam membebani suaminya | Hal ini lebih cocok untuk mayoritas ikhwah kita yang rata-rata menunda nikah karena alasan belum cukupnya gaji

Menikahi Janda juga baik jika memang ada kemaslahatan yang lebih | Jabir Bin 'Abdillah Radhiyallahu 'Anhuma salaf kita dalam masalah ini

Maaf tulisan ini bukan menyudutkan para janda | Jadi para janda jangan berkecil hati

Ikhwan yang dapat janda juga tidak boleh kecewa | Janda yang bertaqwa jauh lebih utama dibanding gadis yang tidak menjaga diri

Akhukum Fillah, Abu Hatim Abdul Mughni as-Sundawy | Tanggal 6 Jumadats Tsaniyah 1435 H, di Pangkalan Kerinci

Menemani Rasulullah Dengan Sujud

Rabi'ah bin Ka'ab Radhiyallahu Ta'ala 'Anhu mengisahkan bahwa dia pernah bermalam bersama Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam . Ia pun meyiapkan air wudhu untuk Rasulullah, kemudian Rasulullah bersabda kepadanya: "Mintalah sesuatu kepadaku"

Rabi'ah pun menjawab tawaran Rasulullah dengan berkata: "Saya meminta agar saya bisa menemani engkau di surga"

Rasulullah bertanya kembali: "Adakah permintaan selain itu"

Rabi'ah menjawab dengan berkata: "Hanya itu ya Rasulullah ”

Maka Rasulullah pun bersabda kepadanya:



ﻓَﺄَﻋِـﻨِّﻲ ﻋَﻠﻰَ ﻧَـﻔْﺴِﻚَ ﺑِﻜَـﺜْﺮَﺓِ


"Maka bantulah aku untuk (memohon kepada Allah) dalam memenuhi permintaanmu dengan memperbanyak sujud." (HR. Muslim).

Ya, termasuk amalan yang ringan dan berpahala besar adalah memperbanyak sujud, yaitu memperbanyak shalat-shalat Sunnah.

Engkau tidak harus memiliki iman setegar Abu Bakar, tidak pula harus sekokoh Umar dalam keadilan untuk menemani Rasulullah.

Hanya, luangkanlah sabagian dari waktumu untuk bersujud kepada Allah diluar sujud-sujud pada shalat fardhu yang engkau lakukan.

Semoga Allah mengumpulkan aku dan engkau bersama Rasulullah di Jannatun Na'im.

 

Pangkalan Kerinci, 2 Jumadats Tsaniyah 1435H

Demokrasi=Kekufuran, Kesesatan, kebodohan, ketololan

 

Kedaulatan ditangan rakyat= KUFUR
|Kedaulatan hanya milik Allah

Kebenaran adalah yang terbanyak suaranya=SESAT
|Yang benar itu tetap benar walaupun hanya sedikit pendukungnya

Suara seorang Alim, Prof, DR disamakan dengan suara Pemabuk, Penjudi, Ahli maksiat=BODOH
|Orang alim tidak sama dengan orang bodoh, orang sholeh tidak sama dengan orang jahat.

Orang baik maupun orang jahat sama-sama harus memilih=TOLOL
|Apakah kita akan menyamakan kebaikkan dan keburukkan?

 

 

ﻫَﻞْ ﻳَﺴْﺘَﻮِﻱ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻟَﺎ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻳَﺘَﺬَﻛَّﺮُ ﺃُﻭﻟُﻮ ﺍﻟْﺄَﻟْﺒَﺎﺏِ

“Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.”(Az-Zumar:9).



*Pangkalan Kerinci 1 Jumadats Tsaniyyah 1435H