Menemani Rasulullah Shalallahu
'Alaihi wa Sallam merupakan sebuah kebahagiaan yang agung. Kebahagiaan inilah
yang telah dirasakan oleh para shahabat Radhiyallahu 'Anhum sehingga mereka
benar-benar hidup dengan hati yang penuh cinta kepada Rasulullah , dimana demi
sang Rasul mereka rela mengorbankan harta maupun jiwanya. Ingatlah ketika
orang-orang kafir Quraisy berkata kepada Khubaib Bin 'Ady Radhiyallahu 'Anhu
yang sedang dalam keadaan terikat dan disalibkan, mereka berkata:
ﺃﺗﺤﺐ
ﺃﻧﻚ ﺍﻵﻥ ﻓﻲ ﺃﻫﻠﻚ، ﻭﺃﻥ ﻣﺤﻤﺪﺍً ﻋﻨﺪﻧﺎ ﻣﻜﺎﻧﻚ؟
"Apakah engkau
suka jika sekarang engkau berada disisi keluargamu dan Muhammad yang berada di
posisimu?
Dengan tegas Khubaib
Radhiyallahu 'Anhu menjawab:
ﻭﺍﻟﻠﻪ
ﻣﺎ ﺃﺣﺐ ﺃﻧﻲ ﻓﻲ ﺃﻫﻠﻲ ﻭﺍﻟﻠﻪ ﻣﺎ ﺃﺣﺐ ﺃﻥ ﻣﺤﻤﺪﺍً ﻳﺸﺎﻙ ﻓﻲ ﻣﻜﺎﻧﻪ ﺷﻮﻛﺔ ﺗﺆﺫﻳﻪ، ﻭﺃﻧﺎ ﺟﺎﻟﺲ
ﻓﻲ ﺃﻫﻠﻲ
“Demi Allah, aku
sama sekali tidak ingin berada di tengah keluargaku. Demi Allah Aku tidak ingin
nabi Muhammad tersakiti walau hanya tertusuk duri sekalipun, sedangkan aku
santai ditengah-tengah keluargaku”.
Namun, bagi kita ummat akhir
zaman ini mustahil dapat menemani Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam
sebagaimana para shahabat dahulu menemani beliau dalam suka dan dukanya. Karena
Rasulullah juga adalah manusia yang sebagaimana manusia lainnya beliau juga
diwafatkan oleh Allah Ta'ala. Bahkan beliau telah wafat belasan abad yang lalu,
sehingga sekali lagi tidak mungkin bagi kita dapat menjadi shahabatnya dan
menemani hidupnya.
Bagaimana kalau menemani beliau
di akhirat?
Inilah yang sangat kita
cita-citakan dan kita mohonkan kepada Allah Ta'ala, yaitu agar kita dijadikan
orang-orang yang menemani beliau di Surga nanti. Ada beberapa amalan yang jika
kita serius dan kontiniu dalam mengamalkannya Insya Allah akan menjadikan kita
termasuk tetangga, teman ataupun sahabat yang menemani beliau di Surga nanti,
diantaranya adalah;
1. Menta'ati Allah dan menta'ati
Rasulullah
Menta'ati Allah dan juga menta'ati Rasulullah merupakan kewajiban
setiap hamba. Allah Ta'ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا
الرَّسُولَ وَلَا تُبْطِلُوا أَعْمَالَكُمْ
"Hai
orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul dan janganlah kamu
merusakkan pahala amal-amalmu." (Muhammad: 33).
Dalam kitab-Nya yang mulia Allah
telah menjanjikan kepada orang-orang yang menta'ati-Nya dan juga menta'ati
Rasul-Nya akan menemani sang Rasul di surga nanti. Allah Ta'ala berfirman:
ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻄِﻊِ
ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻝَ ﻓَﺄُﻭﻟَﺌِﻚَ ﻣَﻊَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺃَﻧْﻌَﻢَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ
ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻴِّﻴﻦَ ﻭَﺍﻟﺼِّﺪِّﻳﻘِﻴﻦَ ﻭَﺍﻟﺸُّﻬَﺪَﺍﺀِ ﻭَﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤِﻴﻦَ ﻭَﺣَﺴُﻦَ
ﺃُﻭﻟَﺌِﻚَ ﺭَﻓِﻴﻘًﺎ
"Barang siapa yang menta'ati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu
akan bersama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu; para
nabi, para shiddiqiin, para syuhada, dan orang-orang shalih. dan mereka Itulah
teman yang sebaik-baiknya .” (QS. an-Nisa’: 69)
2. Mencintai Rasulullah Shalallahu
'Alaihi wa Sallam
Ada sebuah sabda Rasul yang
membuat shahabat Anas Bin Malik Radhiyallahu 'Anhu merasa sangat bahagia dan
seharusnya kitapun sangat berbahagia dengannya. Sabdanya ini sangat singkat
namun memiliki makna yang cukup mendalam, yaitu perkataan beliau Shalallahu
'Alaihi wa Sallam kepada seorang Badui:
إِنَّكَ
مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ
"Engkau akan
bersama dengan orang yang engkau cintai". (HR. Ahmad: 13.419, Muslim:7520
).
Maka saudaraku, jika anda
mencita-citakan tinggal bersama Nabi di surga nanti cintailah dia, karena
sesungguhnya engkau di akhirat nanti akan tinggal bersama orang yang anda
cintai. Mari kita berusaha untuk mencintai Rasulullah diatas apapun yang kita
miliki. Beliau Shalallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:
لاَ
يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ وَوَالِدِهِ
وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
"Tidaklah
beriman seseorang dari kalian hingga aku lebih ia cintai daripada orang tuanya,
anaknya dan manusia seluruhnya " (HR. Bukhari: 14).
3. Memperbanyak Shalawat atas
Nabi
Membaca shalawat adalah amalan ringan yang dapat meraih keuntungan besar.
Seseorang yang membaca satu shalawat atas Nabi akan dibalas oleh Allah Ta'ala
dengan sepuluh shalawat. Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:
ﻣَﻦْ
ﺻَﻠَّﻰ ﻋَﻠَﻰَّ ﻭَﺍﺣِﺪَﺓً ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻋَﺸْﺮًﺍ
“Barangsiapa
bershalawat atasku sekali, maka Allah akan bershalawat atasnya sepuluh kali.”
(HR. Muslim:408).
Selain itu orang yang rajin
membaca shalawat atas Rasulullah juga akan menjadi orang yang paling dekat
dengan beliau dihari kiamat. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:
ﺃَﻭْﻟَﻰ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ
ﺑِﻲ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺃَﻛْﺜَﺮُﻫُﻢْ ﻋَﻠَﻲَّ ﺻَﻼَﺓً
“Manusia yang paling
dekat denganku pada hari kiamat (di surga) kelak adalah orang yang paling
banyak bershalawat atasku. ” (HR. Tirmidzi:484 )
4. Menghiasi diri dengan akhlak
Mulia
Termasuk hal yang mendekatkan
diri kita dengan Rasulullah adalah berakhlak baik. Rasulullah Shallallahu
'Alaihi wa Sallam bersabda:
ﺇِﻥَّ
ﻣِﻦْ ﺃَﺣَﺒِّﻜُﻢْ ﺇِﻟَﻲَّ ﻭَﺃَﻗْﺮَﺑِﻜُﻢْ ﻣِﻨِّﻲ ﻣَﺠْﻠِﺴًﺎ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ
ﺃَﺣَﺎﺳِﻨَﻜُﻢْ ﺃَﺧْﻠَﺎﻗًﺎ
“Sesungguhnya orang
yang paling aku cintai dan paling dekat kedudukannya denganku dari kalian di
hari kiamat (di surga) kelak adalah yang paling baik akhlaknya." (HR.
Tirmidzi:2150)
5. Memperbanyak Sujud (Shalat
Sunnah)
Rabi'ah bin Ka'ab Radhiyallahu
Ta'ala 'Anhu mengisahkan bahwa dia pernah bermalam bersama Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi wa Sallam . Ia pun meyiapkan air wudhu untuk Rasulullah,
kemudian Rasulullah bersabda kepadanya: "Mintalah sesuatu kepadaku" !
Rabi'ah pun menjawab tawaran
Rasulullah dengan berkata: "Saya meminta agar saya bisa menemani engkau di
surga"
Rasulullah bertanya kembali:
"Adakah permintaan selain itu"
Rabi'ah menjawab berkata:
"Hanya itu ya Rasulullah ”
Maka Rasulullah Shalallahu
'Alaihi wa Sallam pun bersabda kepadanya:
ﻓَﺄَﻋِـﻨِّﻲ ﻋَﻠﻰَ
ﻧَـﻔْﺴِﻚَ ﺑِﻜَـﺜْﺮَﺓِ السُّجُود
"Maka bantulah
aku untuk (memohon kepada Allah) dalam memenuhi permintaanmu dengan
memperbanyak sujud" (HR. Muslim:1122)
6. Menyantuni Anak Yatim
Anak Yatim adalah anak yang
ditinggal wafat oleh ayah kandungnya, mereka memerlukan bimbingan dan bantuan
dari kaum Muslimin lainnya, karenanya banyak ayat-ayat didalam al-Qur'an maupun
al-Hadits yang memerintahkan kaum muslimin untuk berbuat baik kepada mereka.
Diantara nash yang mendorong
kita untuk menyantuni yataamaa (anak-anak yatim) adalah sebuah hadits yang
diriwayatkan dari shahabat Sahl bin Sa’d Radhiyallahu 'Anhu , ia berkata:
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:
ﺃَﻧَﺎ
ﻭَﻛَﺎﻓِﻞُ ﺍﻟْﻴَﺘِﻴﻢِ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻫَﻜَﺬَﺍ
“Aku dan orang yang
menyantuni anak yatim di surga nanti seperti ini,”. (Seraya beliau
mengisyaratkan jari tengah dan telunjuknya lalu merenggangkan keduanya( .” (HR.
Bukhari:4998)
Hadits ini menerangkan betapa
dekatnya Nabi Shalallahu 'Alaihi wa Sallam dan penyantun anak yatim di surga
nanti, simaklah penjelasan al-'Alamah Ibnu 'Utsaimin Rahimahullah ketika
menerangkan hadits ini. Beliau berkata:
أن كافل اليتيم مع النبي عليه الصلاة والسلام في الجنة قريب منه، وفي
هذا حث على كفالة اليتم، وكفالة اليتيم هي القيام بما يصلحه في دينه ودنياه؛ بما يصلحه في دينه من التربية
والتوجيه والتعليم وما أشبه ذلك، وما يصلحه في دنياه من الطعام والشراب والمسكن.
"Orang yang
memelihara anak yatim akan bersama Nabi di surga dan dekat dengan beliau. Maka
hadits ini merupakan dorongan untuk memelihara anak yatim, dan makna memelihara
anak yatim adalah menegakkan apa-apa yang memberikan mashlahat baginya dalam
perkara agama maupun perkara dunianya. Dalam perkara agama adalah seperti
dengan mendidiknya, mengarahkannya dan mengajarinya(ilmu syar'i). Dan dalam
perkara dunia adalah seperti memberikan makanan, minuman dan tempat tinggal
untuknya." (Syarah Riyadhus Sholihin III/97 ).
7. Memperbanyak Do’a kepada
Allah
Termasuk washilah terbesar dalam
mewujudkan cita-cita kita agar dapat menemani Rasulullah di surga nanti adalah
dengan banyak berdo'a kepada Allah. Yakni dengan memperbanyak permohonan kepada
Allah agar didekatkan dengan Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam di surga kelak.
Diantara contoh do'anya adalah sebagaimana yang diriwayatkan Imam Ahmad
Rahimahullah dalam Musnadnya, yaitu sebuah do'a yang diamalkan oleh Abdullah
Mas’ud Radhiyallahu 'Anhu, bunyi do'a tersebut adalah:
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ
ﺇِﻧِّﻲ ﺃَﺳْﺄَﻟُﻚَ ﺇِﻳﻤَﺎﻧًﺎ ﻟَﺎ ﻳَﺮْﺗَﺪُّ، ﻭَﻧَﻌِﻴﻤًﺎ ﻟَﺎ ﻳَﻨْﻔَﺪُ،
ﻭَﻣُﺮَﺍﻓَﻘَﺔَ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻓِﻲ ﺃَﻋْﻠَﻰ ﺟَﻨَّﺔِ الخُلْد
"Ya Allah aku
memohon kepada-Mu keimanan yang tidak berubah menjadi kemurtadan, kenikmatan
yang tiada putus, dan jadikan aku menjadi pendamping Muhammad Shallallahu
'Aaihi wa Sallam pada derajat tertinggi di surga yang abadi." (HR.
Ahmad:3797).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar