إِنَّ أَشَدَّ النَّاسِ
عَذَابًا عِنْدَ اللهِ، يَوْمَ الْقِيَامَةِ، الْمُصَوِّرُونَ
“Sesungguhnya manusia yang
paling keras siksaannya di sisi Allah
pada hari kiamat adalah para penggambar (makhluk bernyawa).” (HR. Bukhari no.
5950).
أَشَدُّ النَّاسِ عَذَابًا
يَوْمَ الْقِيَامَةِ الَّذِينَ يُضَاهُونَ بِخَلْقِ اللَّهِ
“Manusia yang paling berat
siksaannya pada hari kiamat adalah mereka yang menyerupakan makhluk Allah.”
(HR. Bukhari no. 5954).
Dua hadits diatas menunjukkan akan haramnya melukis apalagi memahat, karena Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam mengancamnya dengan ancaman yang keras.
Syaikh Shalih Bin Abdullah al-‘Ushaimi Hafidzahullah dalam muhadharahnya menyebutkan dua keadaan pelukis makhluk bernyawa:
1. Kafir
Hal ini berlaku apabila si pelukis/pemahat memaksudnkan karyanya untuk menyerupai cipta’an Allah dan menyerupakan pekerjaannya dengan perbuatan Allah (أن يقصد بتصويره مضاهاة خلق الله، وتشبيه فعله بفعل الله).
2. Pelaku dosa besar
Jika dia tidak berniat seperti si pelaku pertama maka dia melakukan perbuatan yang haram dan melakukan salah satu dosa besar.
Wallahu A’lam..
Dua hadits diatas menunjukkan akan haramnya melukis apalagi memahat, karena Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam mengancamnya dengan ancaman yang keras.
Syaikh Shalih Bin Abdullah al-‘Ushaimi Hafidzahullah dalam muhadharahnya menyebutkan dua keadaan pelukis makhluk bernyawa:
1. Kafir
Hal ini berlaku apabila si pelukis/pemahat memaksudnkan karyanya untuk menyerupai cipta’an Allah dan menyerupakan pekerjaannya dengan perbuatan Allah (أن يقصد بتصويره مضاهاة خلق الله، وتشبيه فعله بفعل الله).
2. Pelaku dosa besar
Jika dia tidak berniat seperti si pelaku pertama maka dia melakukan perbuatan yang haram dan melakukan salah satu dosa besar.
Wallahu A’lam..
=-=
Pkl. Kerinci, 14/5/2014

Tidak ada komentar:
Posting Komentar