Copas dari salah satu status kawan di dunia per-FB-an.
Kalau saya senyum-senyum berat untuk menahan tidak tertawa lepas. Bagaimana
dengan anda???
((( Ashtaghfirulloh robal baroya ashtaghfirulloh minal khotoya
Robi jidni ngilman nafingan wawafiqkni ngamalan sholihan...
Ya rosulalloh salamun ngalaik ya rofi ngasya niwadaroji
Ngatfatay yaji rotal ngalamin ya uhai lalju diwal karomi.. Alloh alloh)))
* Saya tidak tahu sejak kapan ada huruf "nga" dalam huruf hija'iyah . . .
((( Ashtaghfirulloh robal baroya ashtaghfirulloh minal khotoya
Robi jidni ngilman nafingan wawafiqkni ngamalan sholihan...
Ya rosulalloh salamun ngalaik ya rofi ngasya niwadaroji
Ngatfatay yaji rotal ngalamin ya uhai lalju diwal karomi.. Alloh alloh)))
* Saya tidak tahu sejak kapan ada huruf "nga" dalam huruf hija'iyah . . .
Kalau itu termasuk huruf hijaiyah bagaimana hukumnya ketika nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf "nga"?
* Setelah membaca
status tersebut saya jadi teringat khutbah seorang khatib belasan tahun lalu
ketika saya masih duduk di bangku SMP. Beliau memulai khutbahnya dengan:
“Ngalhamtu
lillah . . ., ngalhamtu lillahi rabbil ngalamiin.."
Padahal sang khatib merupakan salah satu pembesar thariqat di daerah saya yang sangat gencar mengajak orang lain untuk berbai'at kepada syaikhnya dia, termasuk kepada bapak saya yang juga Da'i utusan MUI untuk dareh transmigrasi.
* Jika tokohnya ada yang seperti itu bagaimana dengan awamnya?? Kemungkinan besar untuk salah tentu lebih besar, apalagi mengingat budaya taklid masyarakat kita yang cukup kental.
* Dan yang sulitnya lagi adalah budaya dalam dunia thariqat atau tasauf yang pantang mengkritik bahkan sekedar bertanya tentang sumber amalan sang guru.
Maka tidak heran jika Imam al-Baihaqi dalam Manaqib Imam Muhammad Bin Idris asy-Syafi'i(II/208) meriwayatkan ucapan sang Imam yang berkata:
ﻟﻮ ﺃﻥ ﺭﺟﻼً ﺗﺼﻮَّﻑ ﻣﻦ ﺃﻭﻝ ﺍﻟﻨﻬﺎﺭ ﻟﻢ ﻳﺄﺕ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﻈﻬﺮ ﺇﻻ ﻭﺟﺪﺗﻪ ﺃﺣﻤﻖ
“Kalau seorang
menganut ajaran tasawuf pada awal siang hari, tidak datang waktu zhuhur kepadanya
melainkan engkau mendapatkan dia menjadi dungu.”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar