Kamis, 05 Juni 2014

Menemani Rasulullah di Surga



Menemani Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam merupakan sebuah kebahagiaan yang agung. Kebahagiaan inilah yang telah dirasakan oleh para shahabat Radhiyallahu 'Anhum sehingga mereka benar-benar hidup dengan hati yang penuh cinta kepada Rasulullah , dimana demi sang Rasul mereka rela mengorbankan harta maupun jiwanya. Ingatlah ketika orang-orang kafir Quraisy berkata kepada Khubaib Bin 'Ady Radhiyallahu 'Anhu yang sedang dalam keadaan terikat dan disalibkan, mereka berkata:
 
 ﺃﺗﺤﺐ ﺃﻧﻚ ﺍﻵﻥ ﻓﻲ ﺃﻫﻠﻚ، ﻭﺃﻥ ﻣﺤﻤﺪﺍً ﻋﻨﺪﻧﺎ ﻣﻜﺎﻧﻚ؟
"Apakah engkau suka jika sekarang engkau berada disisi keluargamu dan Muhammad yang berada di posisimu? 

Dengan tegas Khubaib Radhiyallahu 'Anhu menjawab:

 ﻭﺍﻟﻠﻪ ﻣﺎ ﺃﺣﺐ ﺃﻧﻲ ﻓﻲ ﺃﻫﻠﻲ ﻭﺍﻟﻠﻪ ﻣﺎ ﺃﺣﺐ ﺃﻥ ﻣﺤﻤﺪﺍً ﻳﺸﺎﻙ ﻓﻲ ﻣﻜﺎﻧﻪ ﺷﻮﻛﺔ ﺗﺆﺫﻳﻪ، ﻭﺃﻧﺎ ﺟﺎﻟﺲ ﻓﻲ ﺃﻫﻠﻲ
“Demi Allah, aku sama sekali tidak ingin berada di tengah keluargaku. Demi Allah Aku tidak ingin nabi Muhammad tersakiti walau hanya tertusuk duri sekalipun, sedangkan aku santai ditengah-tengah keluargaku”.

Namun, bagi kita ummat akhir zaman ini mustahil dapat menemani Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam sebagaimana para shahabat dahulu menemani beliau dalam suka dan dukanya. Karena Rasulullah juga adalah manusia yang sebagaimana manusia lainnya beliau juga diwafatkan oleh Allah Ta'ala. Bahkan beliau telah wafat belasan abad yang lalu, sehingga sekali lagi tidak mungkin bagi kita dapat menjadi shahabatnya dan menemani hidupnya.

Bagaimana kalau menemani beliau di akhirat? 

Inilah yang sangat kita cita-citakan dan kita mohonkan kepada Allah Ta'ala, yaitu agar kita dijadikan orang-orang yang menemani beliau di Surga nanti. Ada beberapa amalan yang jika kita serius dan kontiniu dalam mengamalkannya Insya Allah akan menjadikan kita termasuk tetangga, teman ataupun sahabat yang menemani beliau di Surga nanti, diantaranya adalah;

1. Menta'ati Allah dan menta'ati Rasulullah 

Menta'ati Allah dan juga menta'ati Rasulullah merupakan kewajiban setiap hamba. Allah Ta'ala berfirman:

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَلَا تُبْطِلُوا أَعْمَالَكُمْ
"Hai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul dan janganlah kamu merusakkan pahala amal-amalmu." (Muhammad: 33).

Dalam kitab-Nya yang mulia Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang menta'ati-Nya dan juga menta'ati Rasul-Nya akan menemani sang Rasul di surga nanti. Allah Ta'ala berfirman:

 ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻄِﻊِ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻝَ ﻓَﺄُﻭﻟَﺌِﻚَ ﻣَﻊَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺃَﻧْﻌَﻢَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻴِّﻴﻦَ ﻭَﺍﻟﺼِّﺪِّﻳﻘِﻴﻦَ ﻭَﺍﻟﺸُّﻬَﺪَﺍﺀِ ﻭَﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤِﻴﻦَ ﻭَﺣَﺴُﻦَ ﺃُﻭﻟَﺌِﻚَ ﺭَﻓِﻴﻘًﺎ

"Barang siapa yang menta'ati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu; para nabi, para shiddiqiin, para syuhada, dan orang-orang shalih. dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya .” (QS. an-Nisa’: 69)
 
2. Mencintai Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam

Ada sebuah sabda Rasul yang membuat shahabat Anas Bin Malik Radhiyallahu 'Anhu merasa sangat bahagia dan seharusnya kitapun sangat berbahagia dengannya. Sabdanya ini sangat singkat namun memiliki makna yang cukup mendalam, yaitu perkataan beliau Shalallahu 'Alaihi wa Sallam kepada seorang Badui:
 إِنَّكَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ
"Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai". (HR. Ahmad: 13.419, Muslim:7520 ).

Maka saudaraku, jika anda mencita-citakan tinggal bersama Nabi di surga nanti cintailah dia, karena sesungguhnya engkau di akhirat nanti akan tinggal bersama orang yang anda cintai. Mari kita berusaha untuk mencintai Rasulullah diatas apapun yang kita miliki. Beliau Shalallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:

 لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ وَوَالِدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
"Tidaklah beriman seseorang dari kalian hingga aku lebih ia cintai daripada orang tuanya, anaknya dan manusia seluruhnya " (HR. Bukhari: 14). 

3. Memperbanyak Shalawat atas Nabi 

Membaca shalawat adalah amalan ringan yang dapat meraih keuntungan besar. Seseorang yang membaca satu shalawat atas Nabi akan dibalas oleh Allah Ta'ala dengan sepuluh shalawat. Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:

 ﻣَﻦْ ﺻَﻠَّﻰ ﻋَﻠَﻰَّ ﻭَﺍﺣِﺪَﺓً ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻋَﺸْﺮًﺍ
“Barangsiapa bershalawat atasku sekali, maka Allah akan bershalawat atasnya sepuluh kali.” (HR. Muslim:408).
 
Selain itu orang yang rajin membaca shalawat atas Rasulullah juga akan menjadi orang yang paling dekat dengan beliau dihari kiamat. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:

 ﺃَﻭْﻟَﻰ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺑِﻲ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺃَﻛْﺜَﺮُﻫُﻢْ ﻋَﻠَﻲَّ ﺻَﻼَﺓً
“Manusia yang paling dekat denganku pada hari kiamat (di surga) kelak adalah orang yang paling banyak bershalawat atasku. ” (HR. Tirmidzi:484 ) 

4. Menghiasi diri dengan akhlak Mulia 

Termasuk hal yang mendekatkan diri kita dengan Rasulullah adalah berakhlak baik. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:

 ﺇِﻥَّ ﻣِﻦْ ﺃَﺣَﺒِّﻜُﻢْ ﺇِﻟَﻲَّ ﻭَﺃَﻗْﺮَﺑِﻜُﻢْ ﻣِﻨِّﻲ ﻣَﺠْﻠِﺴًﺎ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺃَﺣَﺎﺳِﻨَﻜُﻢْ ﺃَﺧْﻠَﺎﻗًﺎ
“Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan paling dekat kedudukannya denganku dari kalian di hari kiamat (di surga) kelak adalah yang paling baik akhlaknya." (HR. Tirmidzi:2150) 

5. Memperbanyak Sujud (Shalat Sunnah) 

Rabi'ah bin Ka'ab Radhiyallahu Ta'ala 'Anhu mengisahkan bahwa dia pernah bermalam bersama Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam . Ia pun meyiapkan air wudhu untuk Rasulullah, kemudian Rasulullah bersabda kepadanya: "Mintalah sesuatu kepadaku" !

Rabi'ah pun menjawab tawaran Rasulullah dengan berkata: "Saya meminta agar saya bisa menemani engkau di surga" 

Rasulullah bertanya kembali: "Adakah permintaan selain itu" 

Rabi'ah menjawab berkata: "Hanya itu ya Rasulullah ” 

Maka Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam pun bersabda kepadanya:

 ﻓَﺄَﻋِـﻨِّﻲ ﻋَﻠﻰَ ﻧَـﻔْﺴِﻚَ ﺑِﻜَـﺜْﺮَﺓِ السُّجُود
 "Maka bantulah aku untuk (memohon kepada Allah) dalam memenuhi permintaanmu dengan memperbanyak sujud" (HR. Muslim:1122) 

6. Menyantuni Anak Yatim 

Anak Yatim adalah anak yang ditinggal wafat oleh ayah kandungnya, mereka memerlukan bimbingan dan bantuan dari kaum Muslimin lainnya, karenanya banyak ayat-ayat didalam al-Qur'an maupun al-Hadits yang memerintahkan kaum muslimin untuk berbuat baik kepada mereka.

Diantara nash yang mendorong kita untuk menyantuni yataamaa (anak-anak yatim) adalah sebuah hadits yang diriwayatkan dari shahabat Sahl bin Sa’d Radhiyallahu 'Anhu , ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:

 ﺃَﻧَﺎ ﻭَﻛَﺎﻓِﻞُ ﺍﻟْﻴَﺘِﻴﻢِ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻫَﻜَﺬَﺍ
“Aku dan orang yang menyantuni anak yatim di surga nanti seperti ini,”. (Seraya beliau mengisyaratkan jari tengah dan telunjuknya lalu merenggangkan keduanya( .” (HR. Bukhari:4998) 

Hadits ini menerangkan betapa dekatnya Nabi Shalallahu 'Alaihi wa Sallam dan penyantun anak yatim di surga nanti, simaklah penjelasan al-'Alamah Ibnu 'Utsaimin Rahimahullah ketika menerangkan hadits ini. Beliau berkata:

أن كافل اليتيم مع النبي عليه الصلاة والسلام في الجنة قريب منه، وفي هذا حث على كفالة اليتم، وكفالة اليتيم هي القيام بما يصلحه في دينه ودنياه؛ بما يصلحه في دينه من التربية والتوجيه والتعليم وما أشبه ذلك، وما يصلحه في دنياه من الطعام والشراب والمسكن.
"Orang yang memelihara anak yatim akan bersama Nabi di surga dan dekat dengan beliau. Maka hadits ini merupakan dorongan untuk memelihara anak yatim, dan makna memelihara anak yatim adalah menegakkan apa-apa yang memberikan mashlahat baginya dalam perkara agama maupun perkara dunianya. Dalam perkara agama adalah seperti dengan mendidiknya, mengarahkannya dan mengajarinya(ilmu syar'i). Dan dalam perkara dunia adalah seperti memberikan makanan, minuman dan tempat tinggal untuknya." (Syarah Riyadhus Sholihin III/97 ).
 
7. Memperbanyak Do’a kepada Allah

Termasuk washilah terbesar dalam mewujudkan cita-cita kita agar dapat menemani Rasulullah di surga nanti adalah dengan banyak berdo'a kepada Allah. Yakni dengan memperbanyak permohonan kepada Allah agar didekatkan dengan Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam di surga kelak. Diantara contoh do'anya adalah sebagaimana yang diriwayatkan Imam Ahmad Rahimahullah dalam Musnadnya, yaitu sebuah do'a yang diamalkan oleh Abdullah Mas’ud Radhiyallahu 'Anhu, bunyi do'a tersebut adalah:

 ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇِﻧِّﻲ ﺃَﺳْﺄَﻟُﻚَ ﺇِﻳﻤَﺎﻧًﺎ ﻟَﺎ ﻳَﺮْﺗَﺪُّ، ﻭَﻧَﻌِﻴﻤًﺎ ﻟَﺎ ﻳَﻨْﻔَﺪُ، ﻭَﻣُﺮَﺍﻓَﻘَﺔَ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻓِﻲ ﺃَﻋْﻠَﻰ ﺟَﻨَّﺔِ الخُلْد
"Ya Allah aku memohon kepada-Mu keimanan yang tidak berubah menjadi kemurtadan, kenikmatan yang tiada putus, dan jadikan aku menjadi pendamping Muhammad Shallallahu 'Aaihi wa Sallam pada derajat tertinggi di surga yang abadi." (HR. Ahmad:3797).


Minggu, 01 Juni 2014

Jangan jadikan katak sebagai umpan


Anda suka mancing?

Bagi mancing mania terutama yang suka mancing ikan gabus di rawa-rawa tentu tau umpan idola ikan gabus, yaitu katak.

Jika selama ini anda menggunakan katak sebagai umpan maka berhentilah dan ganti dengan umpan yang lain.

Mengapa?

Karena Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi wa Sallam telah melarang ummatnya membunuh katak. ‘Abdurrahman Bin Utsman Radhiyallahu ‘Anhu bercerita:

ذَكَرَ طَبِيبٌ عِنْدَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَوَاءً ، وَذَكَرَ الضُّفْدَعَ يُجْعَلُ فِيهِ ، فَنَهَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ قَتْلِ الضُّفْدَعِ
“Seorang tabib menyebutkan tentang obat di hadapan Rasulullah, dan tabib tersebut menyatakan katak sebagai bahan obat itu. Maka Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi wa Sallam pun melarang membunuh katak.” (HR. Ahmad no. 15197, Ibnu Majah no. 3223 al-Hakim 5882).

Maka sekali lagi bagi sahabat-sahabat pemancing jangan jadikan lagi katak sebagai umpan, jika untuk dijadikan obat saja dilarang oleh Rasulullah lalu bagaimana jika hanya sekedar untuk umpan mancing?, yang tentunya banyak jenis umpan lain sebagai solusi penggantinya.

Bagaimana kalau umpan lain kurang efektif??

Kalau ternyata umpan lain tidak disukai si gabus maka solusinya adalah anda mancing ke pasar dengan umpan uang merah bergambar Soekarno, Insya Allah dapat banyak.

*
Sedikit faedah, Ketika kami membahas seputar “al-Ath’imah al-Muharramah” yang mana didalamnya ada larangan membunuh katak maka para pemancing sejati yang hadir dibeberapa kajian tersebut banyak yang bertanya tentang hal ini karena selama ini mereka sering menggunakan katak sebagai umpan, nah jika anda termasuk dari mereka sekarang telah sampai larangan tersebut kepada anda dan sebagai seorang muslim yang baik tentu anda akan berkata “Sami’naa wa ‘Atha’naa”, Insya Allah . . .

Terlalu Banyak Beban



Teringat masa-masa waktu mondok di Padang Panjang dulu.

Setiap perjalanan dari Bukit Tinggi menuju Pangkalan Kerinci saya sering tertidur dengan nyenyaknya di bus Yanti Grup yang mayoritas penumpangnya adalah para penggaleh pulang berbelanja di Aur Kuning.

Suatu kali salah seorang yang duduk disamping saya bertanya; “De, kok kayaknya enak aja tidur terus di Bus?”

“Saya emang suka tidur kalau di mobil pak, malah kalau gak tidur suka pusing juga”, jawab saya.

Lalu saya bertanya pula: “Kalau bapak kenapa gak tidur?, kan perjalanan berjam-jam, apa gak capek?”

Beliau menjawab: “Badan saya capek berbelanja, saya ingin sekali dapat tidur, tapi susah.”

“Susah kenapa pak?”, Tanya saya lagi.

“Susah karena saya khawatir barang-barang saya terbawa orang”, jawabnya.

Akhirnya saya timpali; “Itulah yang membedakan kita pak, kalau saya mau tidur saya tinggal tidur tanpa banyak fikiran karena memang gak ada yang perlu dikhawatirkan. Sedangkan bapak tidak bisa tidur karena memikirkan banyaknya bawaan.”

“Iya juga ya . . .”, jawab si bapak.

---
Benar sahabat,

Dalam perjalanan kehidupan pun terkadang kita sulit untuk tentram bahkan hanya sekedar untuk tenang dalam beribadah ternyata karena kita terlalu memiliki banyak beban, beban urusan perdagangan, pekerjaan, atau beban dunia yang lainnya, sehingga kita menganggap sangat sayang jika waktu yang kita gunakan untuk beribadah terlalu banyak sehingga rizki kita diambil orang. Allahul Musta'an.

=-=
Pangkalan Kerinci, 15 Rajab 1435H
 

Membenci Karena Apa?



Beliau ini kalau dilihat dari foto-fotonya amat imut, tapi tahukah anda bahwa beliau ini sangat dibenci oleh orang-orang PKB&NU?

Apakah karena dia melecehkan Islam atau karena merendahkan al-Qur'an atau karena menghina Nabi Muhammad??? Ataukah karena kasus-kasus korupsi yang dituduhkan KPK kepadanya?

Jawabnya bukan karena itu semua, orang-orang Nahdiyyin dan PKB marah kepadanya karena dia dianggap menghina Gusdur ketika dia berkata: " Gus Dur pun kalau bersih gak akan diturunkan di tengah jalan."

Ya, mereka marah karena dia dianggap telah menghina Gusdur, tapi anehnya mereka tidak marah ketika Gusdur mengatakan al-Qur’an sebagai kitab paling porno, memperjuangkan pluralisme, mengakui semua agama benar, menjalin kerjasama dengan negeri Yahudi, membela Syi'ah&Ahmadiyah, mencabut pasal yang mewajibkan memasukkan pelajaran agama di sekolah-sekolah, mencabut pasal penodaan agama, ingin membebubarkan MUI, ingin mengganti ucapan assalamu alaikum dengan selamat siang dan dosa-dosa lainnya. Wal Iyaadzu Billah.